Sewaktu kecil, aku tidak percaya jika gambaran negatif yang aku lihat diTV mengenai seorang ayah benar-benar ada didunia nyata. Nyatanya, semakin aku besar, semakin aku mengenal orang banyak, ternyata hal itu benar-benar ada. Lalu, sosok ayah tak begitu lagi menjadi spesial dimataku. Ditambah, aku benar-benar tidak merasakan gambaran manis seorang ayah dalam hidupku. Salah. Aku pernah merasakannya hinggu umurku kira-kira mencapai 7 tahun.
Saking terbiasanya dengan ketidak hadiran sosok ayah, hal itu tidak pernah membuatku sedih (note: I’m not a broken home child). Aku sudah terlatih untuk tidak hidup dengan didampingi sosok ayah seperti orang-orang disekitarku.
Akan tetapi, dalam sanubariku, aku menginginkan sosok ayah idaman hadir dalam hidupku. Aku akan mewujudkan keinginanku satu ini. Bukan dengan meminta ibuku menceraikan ayahku dan menikah dengan pria lain (bodoh) tapi dengan mencari suami idaman sehingga anak-anakku dan aku akan memiliki sosok ayah luar biasa yang mengutamakan keluarga diatas segalanya.



Lucu. Ketika aku menulis paragraf terakhir diatas, yang kubayangkan adalah RCP. :)
Well.. maka aku berdoa kepada Allah: Jika ia memang yang terbaik, dekatkanlah aku dan jangan biarkan perasaan jatuh cinta ini hilang. Jika ia bukan yang terbaik, berikan petunjuk dengan cara mengurangi perasaan jatuh cinta ini (karena petunjuk2 lain tidak berpengaruh akibat rasa cintaku yang sangat dalam untuknya.)
